IDE, Produktifitas Java Developer dan Sedikit Tutorial Menggunakan IDE

IDE atau Integrated Development Editor jadi salah satu bagian penting untuk seorang developer aplikasi yang sehari-harinya diserbu oleh pekerjaan yang mempunyai deadline super ketat dan tingginya tingkat kesulitan aplikasi. Speed of Programming menjadi suatu skill yang sangat dibutuhkan oleh developer aplikasi pada suasana pekerjaan yang seperti ini.

IDE dengan fitur-fitur canggih menjadi incaran para developer sebagai suatu tools dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari. Fitur-fitur canggih itulah yang nantinya akan sangat membantu developer dalam mengejar deadline super ketat. Beberapa IDE yang menawarkan fitur yang mampu meng-generate source code secara otomatis, fitur yang dapat membuat element lain yang masih ada hubungannya dengan pengerjaan suatu pembuatan aplikasi terintegrasi, atau fitur yang dapat me-roll-back code-code sebelumnya sebagai akibat kesalahan yang dibuat oleh developer, dan fitur-fitur canggih lainnya.

Pada Java Development ada beberapa IDE yang memang paling sering digunakan oleh developer aplikasi Java dengan kelebihannya masing-masing. Eclipse IDE yang gratis dengan segudang plugin yang dapat membuat element-element lain yang masih ada hubungannya dengan pekerjaan dapat terintegrasi dengan baik dengan Eclipse itu sendiri. NetBeans yang juga gratis dipilih oleh sebagian besar developer Java yang sering berkecimpung dengan pengerjaan aplikasi Java GUI karena GUI builder matisse-nya yang memang punya keunggulan tersendiri dalam membuat aplikasi Java GUI, baik yang menggunakan Java AWT ataupun Java Swing.

Saya sendiri memilih menggunakan IntelliJidea yang merupakan produk dari JetBrain yang sayangnya tidak gratis :((. Meski saya termasuk developer yang deadline pekerjaan tidak selalu ketat seperti yang kita bicarakan diatas. Tapi saya sangat menyukai IDE dengan fitur canggih. Hingga saat ini saya masih memakai versi illegal-nya IntelliJidea (versi crack), Semoga Tuhan memberikan saya sedikit rejeki berlebih yang nantinya bisa saya pakai untuk membeli lisensinya IntelliJidea :D.(I Love That IDE….!!!)

Tapi saya juga sering menggunakan IDE lain seperti NetBeans untuk coding sebuah pekerjaan Application Development yang deadlinenya masih bisa saya handle. Parahnya teman-teman saya satu perusahaan di Malaysia tidak menggunakan IDE buat untuk Java Development, mereka hanya menggunakan Edit Plus, suatu software seperti notepad yang menawarkan beberapa kelebihan di banding notepad dan parahnya lagi EditPlus juga tidak gratis :O.

Dari pada panjang lebar kita bicara soal IDE dan produktifitas developer sehubungan dengan penggunaan IDE tsb. Lebih baik kita coba lagi membuat aplikasi Java yang lain. Kali ini saya ingin anda membaca percobaan kita ini bukan di blog ini, tapi pada format pdf yang linknya nanti bisa anda download dibawah. Saya cuma khawatir siapa tahu anda bosen melihat tampilan blog ini yang tidak berubah dan tetap standar. Setelah anda baca dan coba praktekan sendiri cobalah sedikit kasih komentar pada blog saya ini. Mudah-mudahan nantinya akan dapat membuat saya jadi tambah semangat nulisnya he..he.he.he…

Percobaan kita kali ini berjudul Membuat Aplikasi J2EE menggunakan IDE IntelliJidea dan jboss sebagai application server-nya. Silahkan download pdf-nya disini, dan selamat mencoba.

Terima Kasih,

Semoga Bermanfaat

josescalia

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s