Implementasi metode HTTP GET dan HTTP POST pada PHP

Dalam web development, sering kali kita menemui komunikasi satu atau dua file web untuk mendapatkan suatu hal yang kita inginkan. Yang saya sebut komunikasi satu atau dua file dalamweb ini biasanya terbentuk atas satu form dan satu lagi merupakan validasi atau sebuah fileyang menjadi form sekaligus menjadi validator. Misal: form untuk submission guest book, atauform untuk submission login suatu aplikasi web. Dalam pengembangannya komunikasi satu atau dua form ini kemudian menjadi semakin canggih dengan masuknya teknologi ajax (Asynchronous JavaScript and XML).

Kali ini kita hanya akan membahas teknik dasar komunikasi form dalam web development, dan kali ini kita juga akan menggunakan php sebagai referensi pembahasan komunikasi form. Kita tidak akan membahas ajax kali ini, mungkin lain waktu kita akan membahas ajax dalam kesempatan yang lain.

Pada dasarnya komunikasi form dalam web development menggunakan beberapa metode. Diantaranya adalah, Metode GET, PUT, POST, DELETE, CONNECT, TRACE. Kali ini kita akan membahas dua metode yang sering dipakai dalam komunikasi form dalam web aplikasi, yaitu metode GET dan metode POST Kedua metode ini mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan antara dua metode ini bergantung pada kebutuhan kita nantinya dalam mengembangkan suatu aplikasi webGambar 1 :

METODE HTTP GET :

Secara praktikal metode ini mengambil paramater-parameter yang terlihat nyata pada urlketika satua atau dua buah form berinteraksi, untuk kemudian paramater-parameter tersebut menjadi suatu syarat untuk menjalankan suatu proses dalam form validasinya. Kita dapat menemui metode get ini dalam suatu web aplikasi ketika kita mendapati dalam url seperti contoh berikut : http://www.mysite.com/login.php?uid=1234568Angka 1234568 itu adalah nilai dari paramater uid yang dilemparkan oleh form. Jadi bisa disimpulkan bahwa dalam suatu web aplikasi jika parameter dan nilainya dapat terlihat secara jelas dalam url maka komunikasi yang terjadi menggunakan metode http get.

Bagaimana cara php dalam mengimplementasikan metode http get ini ? Ok kita akan mencoba melakukan percobaan kecil dengan menggunakan dua buah file. File pertama sebagai form-nya dan file kedua sebagai validasinya. Perhatikan file pertama dibawah ini sebagai formnya, file : form1.html 

kemudian perhatikan validator dari form keduanya validate.php,

Jika kita ingin menjalankan aplikasi kecil tersebut kita bisa menjalankan file form1.htm dan tampilannya akan menjadi seperti ini, Gambar 1:

jika kita isi masing-masing text box tersebut kemudian kita tekan tombol masuk maka terjadilah komunikasi dua form tersebut dan demikian hasil yang bisa kita dapat, Gambar 2:

Ok sekarang kita bahas saja aplikasi kecil ini :

Pada form1.html kita dapat melihat pada baris <form method=”get” action=”validate.php”> pada baris ini kita bisa melihat bahwa form yang kita gunakan menggunakan metode get dan form tujuan atau form validatornya adalah validate.php. Yang harus kita pahami adalah jika kita ingin menggunakan metode http get pada web aplikasi kita, maka form yang kita definisikan menggunakan metode get seperti diatas. Sementara tampilan pada web aplikasi kita adalah standar html biasa dengan dua input, dimana yang satu merupakan berupa text dan satu lagi berupa password, dan sebuah tombol sebagai sebuah trigger komunikasi dua form tsb.

Kemudian kita akan melihat bagaimana php menangani metode get ini dalam programmingnya pada barisan kode pada file validate.php. Sebelumnya coba kita perhatikan gambar 2, pada url yang ada pada gambar tersebut terdapat tulisan seperti ini : ……/validate.php?user=mojo&pass=mojo99, begitulah cara kerja metode http getsemua paramater dan nilai parameter tersebut ditampilkan dalam url sehingga kita bisa melihat secara jelas parameter dan nilai dari parameter tsb, sesuatu menyembul dalam benak anda ? Ok nanti kita bahas sesuatu yang menyembul tsb.

Sekarang perhatikan cara php menangani komunikasi 2 file tsb, masing-masing nilai parameter diinisialisasikan kepada sebuah variabel dengan cara seperi ini:

  $user = $_GET[“user”];

$pass = $_GET[“pass”];

lalu kemudian mencetak 2 variabel yang sudah terisi nilainya tersbut ke dalam layar dengan cara seperti ini :

   echo “$user………

dimana $user adalah variabel untuk diisi nilai yang ditangkap dengan cara $_GET[“user”] dan $pass yang ditangkap dengan cara $_GET[“pass”]. User dan pass yang ada dalam tanda kurung [] adalah parameter yang dilempar dari form1.html. Jadi demikianlah cara php menangani komunikasi form yang menggunakan metode http get.

Selaras dengan sesuatu yang tadi mungkin menyembul dalam benak anda, kita perhatikan bahwa berbahaya sekali metode http get ini jika kita terapkan dalam web aplikasi kita, user akan dengan gampang melihat nilai-nilai dan parameter-parameter yang terlempar dari komunikasi form dalam web aplikasi kita. Hal inilah yang dapat menyebabkan seseorang mengeksploitasi suatu web dengan cara menginjeksi url yang ada.

Banyak developer web aplikasi masih tetap menggunakan metode http get ini, dan usaha dari mereka untuk menjaga keamanan web yang mereka buat ini adalah dengan cara meng-enkripsi url yang tampil, baik parameter maupun nilai dari parameter yang ada. Keamanan ini biasanya dibuat berlapis-lapis dengan menggunakan metode enkripsi string dari mulai sha, base64, md5, dan metode-metode enkripsi yang lain, atau mungkin metode enkripsi yang mereka buat sendiri.

METODE HTTP POST:

Sekarang kita akan melangkah pada metode http selanjutnya yaitu metode http post, untuk mendapatkan gambaran tentang metode yang satu ini langusng saja kita lihat dua form diatas yang kita modifikasi sedikit. sehingga menjadi seperti ini:

dan ini adalah validate2.php yang juga kita rubah sedikit dari file validate.php di atas: file : validate2.php


kemudian kita jalankan aplikasi tsb dengan cara membuka form2.html, setelah kita masukkan text-text yang tersedia, kemudian kita klik tombol masuk maka akan kita dapati hasil seperti gambar berikut, gambar 3:

adakah perbedaan antara gambar 2 dan gambar 3 disana? Yup, benar ada perbedaan yang terjadi pada dua gambar tersebut, pada gambar 3 kita tidak melihat ada paramater-paramater dan nilai-nilainya tercetak disana, namun hasil cetakan pada body halaman web tetap sama. Demikianlah metode http post, metode ini tidak akan mencetak paramater-parameter dan nilai dari paramater tersebut dalam url, sehingga beberapa developer merasa bahwa metode ini lebih aman dari pada metode http get.

Dari sisi kode, pada form2.html perbedaan terjadi hanya pada baris <form method=”post” action=”validate2.php”> ini saja, untuk membuat sebuah form dimana kita akan memakai metode http post, intinya kita hanya mengganti nilai dari method menjadi post saja. Sementara dalam form validatornya dalam hal ini validate2.php kita cukup merubah $_GET menjadi $_POST saja, sebab memang beginilah cara php menangani komunikasi form yang menggunakan metode http post.

Sekarang tinggal anda menyimpulkan sendiri lebih aman mana ketika kita menggunakan metode http dalam membuat komunikasi form dalam sebuah web aplikasi. Dari sana anda juga yang akan dapat menarik kesimpulan apa keuntungan dan kerugian jika kita menggunakan salah satu metode http tersebut dalam web aplikasi kita. Sepanjang semua jawaban dapat anda pertanggungjawabkan secara benar dan masuk akal, maka anda akan selalu benar dalam argumentasi anda. Terima kasih dan Semoga Bermanfaat….!!!

Menteng, 21 September 2008

JOSESCALIA

Trip to Phuket Thailand (22-25 Agustus 2008) – 4

Day-04

Hari ke-empat, adalah hari terakhir kami berada di Phuket -Thailand. Jadwal hari ini terbang kembali ke Jakarta pada sore hari. Setelah sebelumnya kami diajak mengelilingi Phuket untuk kedua kalinya. Tujuan kami mengelilingi Phuket kali ini adalah mencari buah tangan atau oleh-oleh untuk bisa kami bawa pulang. Beberapa teman meminta kepada tour guide untuk mengantarkan kami ke tempat belanja dimana T-Shirt khas Phuket di jual.

Tepat pukul 10 pagi, saya dan beberapa teman dari Indonesia chek out dari hotel tempat kami menginap. Setelah selesai check out, beberapa teman kami dari negara lain, seperti malaysia dan Thailand, menyempatkan diri untuk keluar, sekedar untuk berfoto-foto dan tukar menukar kartu nama. Puas berfoto-foto kami pun kemudian masuk ke dalam bis yang akan membawa kami pergi ke tempat dimana kami bisa membeli buah tangan yang nantinya bisa kami bawa pulang. Saya sendiri, sudah tidak lagi punya uang, sebab memang sisa uang yang saya bawa sudah saya habiskan tadi malam untuk membeli beberapa t-shirt, tas, dan lain-lain untuk keluarga dan teman-teman saya di Jakarta. Jadi praktis hari itu saya tidak ada niatan untuk membeli kembali buah tangan.

Kami tiba di sebuah FO (Factory Outlet) t-shirt yang katanya terkenal murah di Phuket, memang benar, T-Shirt disini memang murah, rata-rata harganya sekitar 99 baht sampai dengan 250 baht, namun saya mendapati bahwa kualitas t-shirt yang di jual masih lebih rendah dari pada t-shirt yang saya beli semalam. Beberapa teman-teman saya menghabiskan sisa uang bahtnya di toko ini. Sebab mungkin mereka pikir akan sia-sia membawa kembali uang baht-nya ke jakarta meski hanya untuk di tukarkan dengan rupiah kembali.

Tempat ke dua setelah FO yang kami singgahi adalah, sebuah pusat perbelanjaan, saya lupa apa nama pusat perbelanjaan tsb, yang jelas pusat perbelanjaan ini, ada di tengah-tengah Phuket Town, dan di pusat perbelanjaan ini terlihat begitu banyak orang-orang China, tak heran daerah ini disebut sebagai China Town-nya Phuket. Di pusat perbelanjaan ini, ternyata barang-barang yang dijual lebih murah dari pada tempat-tempat yang sebelumnya kami kunjungi, mungkin saja di sebabkan karena tempat ini bukanlah untuk konsumsi turis, melainkan untuk konsumsi masyarakat sekitarnya. Kami sempat makan siang bersama di pusat perbelanjaan ini, saya tidak bisa memilih tempat makan sendiri, karena memang uang saya sudah habis, untung saja Boss saya, membayar semua makan siang tersebut, termasuk makan siang saya dan teman-teman saya yang lain.

Sekitar pukul ½ 5 sore kami tiba di Phuket Airport, pikiran saya sudah melayang kembali ke pekerjaan yang menanti esok harinya. Begitu selesai semua security check terhadap barang-barang bawaan kami, kami pun bergegas menuju ke Stand tiket pesawat dimana memang sebelumnya kami sudah membooking untuk perjalanan pulang ke Jakarta sore itu. Namun yang terjadi adalah pesawat yang akan membawa kami ke Singapore untuk transit mengalami delay. Yang rencananya pesawat harus take off dari Phuket pukul ½ 6 sore, tapi jadwal saat itu pesawat berangkat pukul ½ 9 malam. Ini berarti kami tidak akan tiba di Jakarta malam ini.

Ya, benar, ternyata jadwal penerbangan kami mengalami delay, sehingga kami baru bisa sampai di Jakarta esok sore. Dan itu berarti agenda pekerjaan saya besok di Jakarta juga akan kacau, mengingat ada beberapa meeting yang harus saya hadiri besok siang. Saat itu juga saya langsung menghubungi istri saya melalui SMS, untung saya pakai kartu XL, yang kemudian saya pilih jaringan lokal untuk Phuket ini adalah D-Tac, sehingga saya bisa mengabarkan keterlambatan saya ini lewat sms ke istri saya. Saya ingat betul pulsa saya waktu itu tinggal sekitar Rp. 14.000-an, sementara satu SMS seharga Rp 6000 ke Jakarta, berarti saya cuma bisa mengirimkan sebanyak 2 SMS. Dan 15 menit kemudian istri saya pun membalas sms saya tersebut, mengatakan sedihnya anak saya mengetahui keterlambatan saya waktu itu.

Untuk mengabarkan rekan kerja saya di Jakarta, bahwa meeting untuk esok hari di cancel, saya meminjam HP teman saya yang ternyata juga memakai XL..he..he.he.he..promosi banget. Dan teman saya pun langsung menghubungi klien kami, meng-cancel meeting untuk esok hari. Jam-jam berikutnya saya habiskan dengan mengitari Phuket Airport tsb, hingga sampai jam 8 malam.

Hebatnya pelayanan Singapore Airlines saat itu, kami diberikan makan malam saat itu, dan rencananya kami akan di titipkan ke hotel transit di Singapore untuk mengejar jadwal pesawat esok harinya dari Singapore ke Jakarta, termasuk biaya taksi pulang pergi dari Changi Airport di Singapore ke hotel transit. Jika dihitung-hitung mungkin malah lebih besar pengeluran yang dikeluarkan oleh pihak airlines ketimbang harga tiket yang kami beli.

Tepat jam sembilan malam kami take off dari Phuket Airport menuju ke Singapore. Perjalanan itu membuat kepala saya agak sedikit pusing, berada di dalam pesawat. Salah satu manager saya yang kebetulan duduk bersebelahan dengan saya di pesawat mengajak saya untuk meminum Wine yang memang di sediakan di pesawat Silk Air, saya pun mau dengan harapan pusing saya akan hilang setelah meneguk wine tersebut. Dan memang benar, pusing saya hilang setelah saya meneguk sebotol kecil wine yang diberikan oleh pramugari, pusing saya berubah menjadi rasa kantuk yang tidak tertahankan.

Jam 11 malam waktu singapore kami tiba di Changi Airport, dan langsung menuju ke hotel transti yang disediakan oleh Singapore Airlines. Sekali lagi salut buat Airlines ini, meski hanya hotel transit, tapi hotel yang disediakan adalah hotel berbintang, nama hotel itu adalah Peninsula Excelciour Hotel, hotel ini bahkan lebih bagus dari pada hotel yang kami tempati di Phuket.


Day-05

Tepat pukul sepuluh pagi kami chek out dari hotel transit tersebut, kembali menuju Changi Airport, untuk kembali meneruskan perjalanan pulang ke Jakarta. Pesawat di jadwalkan berangkat pukul ½ 1 siang waktu singapore dan sampai di Jakarta pukul ½ 2 siang waktu Jakarta. Dalam perjalan menuju kembali ke Changi Airport dengan taksi yang memang di bayarkan oleh Airlines, saya mengamati Singapore, sebuah kota yang kata orang merupakan kota teraman di dunia. Saya kagum sekali dengan kota ini, jalan-jalan yang rapi dan bersih, jalan tol yang teratur dan memang enak untuk di nikmati. Dalam hati terbesit keinginan adanya kesempatan untuk saya bisa bekerja dan tinggal di negara ini di tahun-tahun yang akan datang. Sungguh sebuah kota impian buat saya.

Di pesawat saya benar-benar menikmati penerbangan saya, sebab saya duduk persis di dekat jendela, sehingga sepuas mata, saya pandangi Sumatera dan lautnya dari atas pesawat. Terlihat begitu indah dan bagus sekali Bumi dari pandangan mata saya. Untungnya hari cerah dan cuaca bagus, sehingga penerbangan nyaris tidak ada gangguan sama sekali.

Jam ½ 2 siang waktu Jakarta kami tiba, di Jakarta, rumah kami, dimana kami akan temui kemacetan yang tiap pagi akan selalu menyapa, huuuh, tapi biar bagaimanapun ini kota saya, Jakarta adalah tempat saya mencari mimpi, dan setengah mimpi saya sudah terwujud di kota yang penuh dengan kemacetan ini. Sampai di bandara Soekarno Hatta, boss saya langsung menyewa beberapa mobil untuk transportasi saya dan teman-teman, kemana ? Ke kantor, boss saya menginginkan saya dan teman-teman langsung kembali ke kantor untuk bekerja. Meski hanya dua-tiga jam saja. Tapi memang, di kantor sudah ada orang yang menunggu untuk kami langsung melakukan pekerjaan kami. Tapi ya sudahlah. Akhirnya kami sampai di kantor sekitar jam 3 sore. Masuk ke dalam kantor dengan diiringi tatapan aneh beberapa orang yang kami temui di lobby gedung, termasuk beberapa petugas security yang memang saya kenal. Masuk ke kantor dengan koper-koper berpergian, ha..ha.ha.ha.. sungguh karyawan yang aneh..ha..ha.ha.ha..

Demikian sekelumit cerita saya tentang Company Trip kali ini ke Phuket Thailand. Saya tulis ini agar lebih terasa kesan dan kenangan saya berwisata dengan teman-teman satu kantor ke Phuket-Thailand. Jika saya pikir-pikir, perusahaan yang saya masuki, hebat sekali mau mengajak karyawannya tiap tahun berlibur ke luar negeri. Hari gini, masih ada perusahaan yang mau mengajak karyawannya liburan, ke luar negeri lagi. Bisa bertahan dengan revenue yang didapat saja, perusahaan tersebut sudah hebat sekali. Sementara perusahaan saya mengajak karyawan-karyawannya untuk berwisata ke luar negeri. Hebat..Hebat… Viva mTouche…terima kasih.


Trip to Phuket Thailand (22-25 Agustus 2008) – 3

Day-03

Hari ketiga company trip. Pada hari ke-tiga ini full acara satu hari ini adalah Meeting. Pada company trip kali ini semua yang ikut company trip diharuskan mengikuti meeting. Jika pada company trip sebelumnya yang ikut meeting hanya divisi management dan IT Team saja, maka kali ini meeting diikuti oleh seluruh divisi yang ada pada perusahaan saya, jadinya semua orang yang hadir pada company trip kali ini mengikuti meeting besar ini.

Meeting ini dibagi perdivisi, saya masuk memang pada divisi dimana saya bekerja, divisi IT. Pada divisi saya ini meeting dipimpin oleh regional IT Head kami, Siao Yen. Meeting dimulai dari perkenalan masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan produk dan teknologi dari masing-masing negara, selanjutnya Share Tip’s and Trick’s dan yang terakhir review dari seluruh meeting hari itu. Ditengah seru-serunya meeting IT, boss-boss dari pihak management datang dan menanyakan satu demi satu apa-apa saja yang bisa kita dapat dari hasil meeting tsb, saya akui banyak sekali memang yang saya pribadi dapatkan dari share masing-masing negara, baik produk maupun trick-trick untuk melakukan tugas sehari-hari, dan teman-teman saya dari negara lain juga banyak yang meminta untuk share aplikasi-aplikasi yang pernah saya buat.

Tadinya meeting ini direncanakan dimulai dari pukul 10 pagi hingga 4 sore, namun saking serunya meeting terus panjang hingga pukul 9 malam. Karena beberapa boss, tidak puas dengan hasil meeting yang didapat dari divisi-divisi lain.

Jam 9 malam, meeting pun bubar, acara dilanjutkan dengan foto-foto, saya sempat meminta berfoto dengan beberapa teman dari negara lain, juga berfoto dengan beberapa boss, dan tour guide yang memandu kami selama kami berada di Thailand. Selepas berfoto-foto dan kami kembali ke kamar, sejenak kemudian kami berjalan-jalan kembali ke sekitar hotel dan Bangla Road untuk mencari makan malam dan sedikit berbelanja mungkin. Saya, Donnie, Ayu dan Dewi, kami memuaskan diri untuk menyusuri setiap jalan yang ada di sekitar hotel tsb.

Begitu ramai kehidupan malam (night life) di phuket, begitu banyak wanita jadi-jadian yang menjajakan diri dijalan. Rata-rata bar yang buka di sekitar Bangla Road adalah bar terbuka, artinya bar yang mirip warung kopi di pinggir jalan, dimana rata-rata turis asing yang sedang asyik duduk menikmati minuman-minuman yang ada. Begitu ramainya, hingga ternyata Bangla Road itu ditutup untuk kendaraan mulai dari sekitar jam 10 malam. Kami terus menyusuri setiap sudut jalan yang ada sampai beberapa toko-toko souvenir mulai melakukan aktifitas tutup toko, tapi tidak untuk bar-bar dan diskotik malah semakin ramai tampaknya.dan akhirnya tepat jam ½ 1 malam saya kembali ke kamar hotel.

Lelah hari itu, tak lantas membuat saya langsung mengantuk dan mudah tertidur, baru sekitar satu jam kemudian saya bisa tertidur. Hari ketiga di Phuket

Tobe Continued…


Trip to Phuket Thailand (22-25 Agustus 2008) – 2

Day-02

Bangun pagi, sekitar jam 6 pagi, tidak lama telepon kamar hotel berbunyi, morning call ternyata dari tour guide kami. Jadwal hari ini adalah pergi ke sebuah pulau untuk menikmati indahnya pulau, kalo tidak salah pulaunya bernama Coral Island, sebuah pulau yang menurut saya biasa-biasa saja. Di pulau ini kami ada acara bebas dari jam 9.30 pagi hingga jam makan siang sekitar jam 12.00. acara bebas disini maksudnya adalah masing-masing dari kami bebas untuk melakukan aktifitas apapun tanpa terikat acara yang memang sudah di jadwalkan oleh event organizernya. Kemudian lepas makan siang kami harus mengikuti acara games yang diberi nama Tele Match, games yang mengutamakan team work dan kerjasama antar teman-teman dalam satu team untuk menjalani sebuah tantangan tertentu. Kemudian acara kami pada malam harinya adalah mTouche Gala Dinner. Sebuah makan malam besar yang memang semua yang datang harus ikut di dalamnya, tahun ini tema Gala Dinner nya adalah Rock n Roll, semua yang hadir harus berpakaian dan berdandan ala Rock n Roll, jika tidak berdandan sesuai dengan tema, maka boss akan punya penilaian tersendiri terhadap mereka.

Pada saat sarapan direstoran dekat hotel, agak susah juga memilih makanan sebab ada beberapa dari makanan tersebut adalah pork yang pastinya haram buat saya, untung saja ada Donnie teman saya yang memberi tahu, dia mencoba lebih dulu dan kemudian dia bisa bilang ke saya makanan ini mengandung daging babi atau tidak. Seru juga rasanya sarapan bersama-sama dengan teman-teman sekantor.

Lepas sarapan, bis yang menjemput kami sudah menunggu untuk membawa kami pergi, kami pun berangkat dan perjalanan sekitar 30 menit sampai di sebuah tempat yang ternyata tempat penyewaan speed boat, ternyata kami akan menggunakan speed boat untuk pergi ke Coral Island, Lengkap dengan life jacket, saya dan beberapa teman pun naik speed boat, saya coba duduk didepan, dan ternyata boss besar saya pun Eugene Goh dan Tan Wee Meng duduk didepan juga bersama saya. Speed boat melaju, saya merasakan badan terguncang-guncang karena speed boat menabrak dan memecah ombak, ditengah perjalanan speed boat tsb, boss saya bertanya, “Mojo, This is the first time you go to Thailand ?” , saya bilang ya ini pertama kali saya ke Thailand, lalu dia bilang lagi “Next year for the company trip we will go to Bali”, hmm saya bilang saja lebih baik ke lombok dari pada Bali, boss saya hanya diam dan mungkin mempertimbangkan usulan saya.

Setengah jam kemudian kita sampai di Coral Island, sebuah pulau yang menurut saya biasa-biasa saja, tidak ada yg istimewa, kami di giring ke depan sebuah restoran dimana disana telah tersedia puluhan kursi pantai, setelah briefing sebentar oleh para tourist guide, kami pun diperbolehkan bebas beraktifitas, sebagian teman-teman dari malaysia ada yang mengambil alat snorkle untuk kemudian masuk ke laut dan snorkling, saya agak sedikit malas, akhirnya cuma santai dipantai sambil menghabiskan beberapa batang rokok Marlboro dan juga sambil melihat lihat teman-teman wanita dari negara lain berbikini dan mondar mandir masuk dan keluar laut, sayang teman-teman wanita dari indonesia tidak ada yg berbikini, cuma satu orang saja yang ber-swim-suit. 

Tiba-tiba timbul dari dalam hati ingin berenang setelah melihat boss saya yang dari indonesia mengambil sebuah alat snorkle dan menceburkan diri ke laut. Saya pun langsung saja ikutan menceburkan diri ke laut. Asyik bermain dengan air laut yang asin, boss saya lantas menawarkan saya alat snorkle-nya, saya pikir tidak ada salahnya mencoba. Dan saya pun mencoba snorkling, hmm tak ada pemandangan bawah laut yang indah di sini pikir saya, boss saya menyarankan saya untuk agak sedikit ke tengah, dan benar agak ke tengah lumayan juga pemandangan bawah laut-nya, meski tidak sebagus di taman laut Bunaken seperti yang saya lihat di televisi. Ini adalah snorkling pertama yang pernah saya lakukan dan kemudian ternyata membuat saya menjadi ketagihan, saya pun memulangkan kembali alat snorkle tsb, dan kembali ke pantai untuk meminjam sendiri alat snorkle yang memang telah di sediakan oleh penyelanggara, dan saya juga mengajak teman saya Donnie untuk ikut saya snorkling, Donnie pun mau, dan jadilah itu adalah pengalaman pertama saya Snorkling.

Sekitar jam 12 siang, kami melanjutkan acara dengan makan siang di restoran yang tempatnya tepat dibelakang kami bersantai. Lagi-lagi makan siang dengan menu yang kebanyakan adalah hasil laut dihidangkan. Tidak banyak yang saya makan saat itu karena saya tidak begitu suka sea food.

Acara hari itu dilanjutkan dengan permainan telematch, yang berupa permainan yang mengadalkan kerjasama team, sayangnya dalam 6 perlombaan, team saya tak satupun mampu memenangkan perlombaan tersebut, jadi tidak ada yang perlu saya ceritakan disini.

Hari sudah sore ketika kami harus kembali ke hotel, kembali kami menggunakan speed boat dari Coral Island dan kembali ke Phuket. Tepat jam ½ 5 sore kami tiba di hotel. Acara gala dinner masih sekitar 2 jam lagi dimulai, saya, Donnie, dan Yusuf akhirnya memutuskan untuk menghabiskan sore itu dengan berjalan-jalan di sekitar hotel dan sekitar Bangla Road untuk mencari oleh-oleh buat teman-teman dan keluarga di Indonesia. Saya membeli lima buah kaos dengan harga rata-rata 150 baht atau sekitar 35 ribu rupiah, itu juga dengan cara tawar menawar terlebih dahulu dari harga awal yang rata-rata di tawarkan sekitar 250 baht atau sekitar 60-70 ribuan,

mTouche Gala Dinner, ini adalah acara puncak pertama yang dimiliki oleh Company Trip ini, pada gala dinner kali ini, semua peserta diwajibkan memakai pakaian yang bertema Rock n’ Roll, tidak ada yang spesial pada pakaian saya kali ini, cuma berpakaian ala Punkers yang sudah terkontaminasi dengan progress rock, he..he.he.he.he.. kalung dan gelang dari metal menghiasi pakaian saya. Ada yang seru dari Gala Dinner kali ini, pada awal acara disuguhkan makan malam dan sebuah show, show itu ternyata adalah show andalan Phuket-Thailand buat para turis yang memang mengunjungi phuket, show itu adalah show para Lady Boys. Shit.. yang tadinya saya lapar sekali, tiba-tiba hilang selera makan saya hanya gara-gara menyaksikan para Lady Boys tersebut, bernyanyi, menari di atas panggung. Yang membuat saya tidak berselera makan adalah sebagian besar Lady Boys tsb melakukan show nya dengan berbikini. Layaknya perempuan murni dan artis terkenal mereka menari dan bernyanyi. Saya sendiri sempat bengong ternganga melihat penampilan mereka yang memang seperti perempuan asli, sebagian besar dari mereka telah melakukan operasi alat kelamin dan payudara, sehingga ketika berbikini mereka benar-benar terlihat seperti perempuan, hanya pinggul saja yang tidak bisa mereka palsukan. Pinggul mereka rata, tidak seperti perempuan asli yang memang berbentuk seperti Gitar Spanyol..he…he.he…he..

Selepas show gila itu, acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah bagi para pemenang Lucky Draw dan pemenang Tele Match tadi siang. Kemudian acara khas yang memang biasa dilakukan oleh kantor saya pun di mulai, Party Time, acara ini memang selalu ada dalam setiap event yang diadakan oleh kantor saya, acara dimana begitu banyak minuman keras bertebaran, dan musik dugem yang sumpah…!!! saya tidak pernah tahu dimana enaknya ketika mendengarnya di dengungkan. Saya mencicipi Wine yang ada, tidak banyak, hanya dua gelas dan segelas whisky campur soda yang kemudian membuat saya menjadi ngantuk, mencicipinyapun saya lakukan di luar ruangan bersama dengan beberapa teman-teman saya dari Indonesia dan Thailand yang sependapat dengan saya soal musik dugem tadi. Wine-nya cukup enak, dari seluruh Wine yang pernah saya cicipi sepanjang hidup saya, mungkin ini yang paling enak, tapi whisky-soda nya malah membuat saya ngantuk dan ingin kembali ke kamar hotel secepatnya.

Demikian hari ke 2 Company Trip yang di selenggarakan oleh kantor saya di tahun 2008 ini.

Tobe Continued…

Trip to Phuket Thailand (22-25 Agustus 2008) – 1

Sekarang aku ingin share sedikit tentang company trip yang diadakan oleh perusahaan tempat aku bekerja PT mTouche. Setiap tahun secara rutin, perusahaan tempat ku bekerja mengadakan company trip. Company trip ini biasanya menuju ke tempat tempat wisata di salah satu negara dimana ada cabang perusahaan tempat ku bekerja. Company trip ini sebenarnya adalah ajang bertemunya semua teman-teman satu perusahaan namun lain negara, maklum saja perusahaan tempat ku bekerja mempunyai cabang hampir di seluruh asia. Kantor pusat perusahaanku berada di Malaysia, sementara cabang-cabangnya ada di Indonesia, Singapore, Thailand, China, Hongkong, India, Philipina, dan aku lupa dimana lagi.
Yang jelas dengan company trip ini, aku bisa ketemu semua teman-teman dari berbagai negara, dengan berbagai ras, bahasa, agama, kebiasaan. Dan semuanya menjadi sangat berkesan. Secara uang, semua sudah di tanggung oleh perusahaan, dari mulai, tiket pesawat, airport tax, fiskal, hotel, dan akomodasi lainnya, cuma uang saku saja yang harus aku sediakan untung beli sesuatu yang berkesan pernah datang ke tempat tersebut.
Ini kali kedua aku ikut company trip, setelah sebelumnya pada tahun 2006 ke Langkawi-Malaysia, sekarang company trip diadakan dengan tujuan Phuket-Thailand. Dari indonesia berangkat sekitar 21 orang dengan detail 2 orang dari Div Bussines Development, 8 orang dari Div Content, 6 orang dari Div Marketing, 4 orang dari Div IT termasuk aku, dan satu orang lagi adalah Country Manager mTouche-Indonesia.

Ok aku akan mulai bercerita:

Day-01

Dengan tujuan Jakarta-Phuket, kita memakai pesawat Singapore Airlines, perjalanan ini tidak langsung menuju Phuket, kita harus transit di Singapore untuk kemudian naik lagi pesawat yang menuju ke phuket. Menurut jadwal pesawat berangkat pukul 9.20 pagi, so aku berangkat dari rumah sekitar 5.30 pagi, karena harus menjemput teman dulu dirumahnya di daerah Kampung Melayu. Dan paling tidak harus sampai di cengkareng dua jam sebelum keberangkatan, cek tiket, urus fiskal, cek bagasi, dsbnya.
Ok, tepat jam 9.20 pagi pesawat berangkat menuju Singapore, agak lapar juga perut ini, untung Singapore Airlines pesawatnya, kita dapat makan, meski tidak banyak, tapi lumayan enak dan bisa buat mengisi perut yang kosong. Tiba di Singapore pukul 11.55 waktu Singapore. Dan kita harus terus melanjutkan perjalanan ke Phuket Thailand menggunakan pesawat SilkAir yang masih merupakan keluarga dari Singapore Airlines. Pesawat ini berangkat melalui terminal 2 di Changi Airport dan pesawat akan take off sekitar pukul 13.20 waktu Singapore. So langsung kita lanjut ke terminal 2. Kita naik MRT City Train(seperti sebuah trem) yang memang jadi kendaraan transit antar terminal di Changi Airport. Hmmm.. ga seperti di Cengkareng kita harus jalan kaki antar terminal :(.
Changi Airport ini sangat bagus, semua lantai pada bandara ini dilapisi karpet, dan punya hotspot internet yg gratis, tinggal nyalain laptop and can do browsing with high speed internet access. Sayangnya kita cuma transit disini. Jadi tidak sempat merasakan lebih jauh fasilitas yang ada di bandara ini.
Ok, kita lepas landas dari Changi Airport menuju Phuket-Thailand menggunakan pesawat SilkAir, pesawat ini adalah pesawat Air Bus yang hanya punya 6 tempat duduk perbarisnya, dan sekitar 25 baris kalo tidak salah :P. Lagi-lagi kita di kasih makan siang di pesawat ini.
Sampai di Phuket-Thailand waktu menunjukkan pukul 14.20 waktu Thailand, waktu Thailand ini sama dengan waktu Jakarta, sementara waktu Singapore lebih satu jam di banding waktu Jakarta. Sampai di bandara Phuket, kita sudah di tunggu dan disambut oleh turis guide yang memang di sewa untuk company trip ini. Kita bahkan sempat di sambut juga oleh gadis penyambut asli thailand yang menggunakan pakaian asli daerah mereka, dan sempat berfoto-foto sejenak.
Rencana satu hari ini dalam jadwal adalah tur ke sebagian wilayah di Phuket ini. Jadi kita tidak langsung ke hotel, melainkan dibawa dulu oleh tour guide nya berkeliling ke tempat-tempat wisata di phuket ini.
Tempat pertama yang kita kunjungi adalah sebuah factory outlet, dimana produknya adalah perhiasan-perhiasan nama tempat itu adalah Gems Gallery, menurut mereka factory outlet itu adalah Toko Perhiasan Terbesar di Dunia, actually memang benar, besar. Tetapi harga tetap aja tidak bisa di jangkau oleh kantong saya, dan saya memang tidak ada niat buat untuk beli perhiasan tersebut. Jadinya tempat pertama tidak berkesan sama sekali.
Selanjutnya kita menuju ke tempat ke-dua, dan tempat kedua adalah Toko Makanan, Toko Makanan itu adalah toko makanan yang produknya adalah hasil laut olahan, semua makanan yang dijual merupakan hasil laut, lagi-lagi saya tidak punya niat buat beli makanan ini, akhirnya tempat ini pun jadi boring place lagi buat saya.
Tempat ketiga yang kami kunjungi adalah sebuah tempat peribadatan, nama tempat itu adalah Wat Chalong Temple. Tempat ini lumayan bagus, dan kali ini tidak membuat saya bosan. Kita banyak sekali berfoto-foto karena memang bangunannya sangat indah buat berfoto-foto.
Hari sudah sangat sore ketika kami mampir ke tempat yang ke-empat. Tempat ini adalah sebuah pantai dengan pemandangan yang memang sangat bagus, nama tempat ini Promthep Cape, terutama buat orang kota seperti saya yang memang sehari-hari hanya bertemu kantor, komputer dan kemacetan Jakarta. Air laut yang memang jernih membuat saya sangat ingin menceburkan diri ke sana. Terasa bebas mungkin, kalo perlu telanjang sekalian. Di bibir pantai ada beberapa restoran dengan tempat makan terbuka yang langsung menghadap ke pantai, beberapa orang turis asing terlihat seperti sangat menikmati suasana tersebut. Sama seperti kita, kita juga sangat menikmati suasana tersebut, hanya saja mereka menikmatinya sambil makan, sementara kita menikmatinya dengan cara kita yakni berfoto-foto.
Tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kami ke hotel untuk bermalam adalah restoran. Dinner Time, restoran tempat kami makan merupakan restoran dengan hidangan yang serba Sea Food. Pertama kali merasakan masakan Thailand, saya agak terkejut, semua makanannnya serba pedas. Saya tidak terbiasa dengan makanan yang pedas, tapi dari pada tidak makan sama sekali, akhirnya saya pun mencoba beradaptasi dengan makanan tersebut. Di tempat itu pula kita bertemu dengan teman-teman dari negara lain, Malaysia, Singapore, Thailand, China, Hongkong dan teman-teman lainnya.
Disana akhirnya saya bertemu dengan kawan saya dari Malaysia, kawan saya yang satu ini memang benar-benar kawan yang ingin saya temui, sering kali saya bekerja sama dengan dia, namun saya tidak pernah mengenal wajahnya. Pada Company Trip dua tahun lalu dia juga hadir, namun saya memang belum begitu akrab dengannya. Kawan saya ini bernama Job Ng, dia menangani project Jus Frens, dia juga merupakan PIC dari sisi teknis IT-nya. Ketika saya bertemu dengannya dia sangat friendly, actually very friendly. Dan di sana pula kami bertemu dengan semua teman-teman yang berprofesi sama IT-Engineer. Hanya ada 2 perempuan yang masuk dalam divisi IT, mereka adalah Siou Yen, dan Wai Chong, dua-duanya berasal dari Malaysia, Siao Yen adalah Regional IT Manager kita, sementara Wai Chong adalah IT-Engineer Malaysia yang menangani Wap Development.
Sebenarnya makan malam itu bertujuan untuk meet and greet to all people who work in mTouche. Dan saya benar-benar menggunakan moment tersebut untuk bertemu dengan kawan-kawan satu perusahaan tapi berbeda negara. Pada akhir makan malam kami di suguhi bir. Nama bir ini adalah Bir Chang, menurut sebagian orang-orang lokal, bir ini termasuk bir yang paling keras di Thailand, dan memang menurut saya pun bir ini lumayan keras.
Akhirnya kita sampai juga di hotel tempat kami nantinya bermalam untuk 3 hari ke dapan. Hotel tersebut bernama Phatong Resort Hotel. Hotel berbintang lima, yang memang bagus. Di Hotel ini saya sekamar dengan salah seorang teman kami dari Thailand, Sem namanya, nama panjangnya kalo tidak salah Pongkasem Natprasert. Agak susah menyebutnya, tapi dia minta supaya di panggil Sem saja.
Pada hari pertama ini saya temui, meski bahasa inggris saya juga tidak bagus, tapi saya rasa, banyak sekali teman-teman saya terutama dari Thailand yang bahasa inggrisnya tidak kalah jelek dari saya, perkataan saya masih lebih gampang dimengerti dibanding dengan perkataan mereka. Malah sebagian dari teman-teman saya yang berasal dari Malaysia, yang keturunan China, mereka tidak berbahasa inggris sama sekali. Mereka malah berbahasa yang sama sekali saya tidak mengerti, Bahasa China. Tapi itulah kegunaan kami bertemu, kami bisa kenal satu sama lain. Berbeda suku bangsa, agama, ras, dan juga berbeda bahasa.

To be Continued….