Trip to Phuket Thailand (22-25 Agustus 2008) – 1

Sekarang aku ingin share sedikit tentang company trip yang diadakan oleh perusahaan tempat aku bekerja PT mTouche. Setiap tahun secara rutin, perusahaan tempat ku bekerja mengadakan company trip. Company trip ini biasanya menuju ke tempat tempat wisata di salah satu negara dimana ada cabang perusahaan tempat ku bekerja. Company trip ini sebenarnya adalah ajang bertemunya semua teman-teman satu perusahaan namun lain negara, maklum saja perusahaan tempat ku bekerja mempunyai cabang hampir di seluruh asia. Kantor pusat perusahaanku berada di Malaysia, sementara cabang-cabangnya ada di Indonesia, Singapore, Thailand, China, Hongkong, India, Philipina, dan aku lupa dimana lagi.
Yang jelas dengan company trip ini, aku bisa ketemu semua teman-teman dari berbagai negara, dengan berbagai ras, bahasa, agama, kebiasaan. Dan semuanya menjadi sangat berkesan. Secara uang, semua sudah di tanggung oleh perusahaan, dari mulai, tiket pesawat, airport tax, fiskal, hotel, dan akomodasi lainnya, cuma uang saku saja yang harus aku sediakan untung beli sesuatu yang berkesan pernah datang ke tempat tersebut.
Ini kali kedua aku ikut company trip, setelah sebelumnya pada tahun 2006 ke Langkawi-Malaysia, sekarang company trip diadakan dengan tujuan Phuket-Thailand. Dari indonesia berangkat sekitar 21 orang dengan detail 2 orang dari Div Bussines Development, 8 orang dari Div Content, 6 orang dari Div Marketing, 4 orang dari Div IT termasuk aku, dan satu orang lagi adalah Country Manager mTouche-Indonesia.

Ok aku akan mulai bercerita:

Day-01

Dengan tujuan Jakarta-Phuket, kita memakai pesawat Singapore Airlines, perjalanan ini tidak langsung menuju Phuket, kita harus transit di Singapore untuk kemudian naik lagi pesawat yang menuju ke phuket. Menurut jadwal pesawat berangkat pukul 9.20 pagi, so aku berangkat dari rumah sekitar 5.30 pagi, karena harus menjemput teman dulu dirumahnya di daerah Kampung Melayu. Dan paling tidak harus sampai di cengkareng dua jam sebelum keberangkatan, cek tiket, urus fiskal, cek bagasi, dsbnya.
Ok, tepat jam 9.20 pagi pesawat berangkat menuju Singapore, agak lapar juga perut ini, untung Singapore Airlines pesawatnya, kita dapat makan, meski tidak banyak, tapi lumayan enak dan bisa buat mengisi perut yang kosong. Tiba di Singapore pukul 11.55 waktu Singapore. Dan kita harus terus melanjutkan perjalanan ke Phuket Thailand menggunakan pesawat SilkAir yang masih merupakan keluarga dari Singapore Airlines. Pesawat ini berangkat melalui terminal 2 di Changi Airport dan pesawat akan take off sekitar pukul 13.20 waktu Singapore. So langsung kita lanjut ke terminal 2. Kita naik MRT City Train(seperti sebuah trem) yang memang jadi kendaraan transit antar terminal di Changi Airport. Hmmm.. ga seperti di Cengkareng kita harus jalan kaki antar terminal :(.
Changi Airport ini sangat bagus, semua lantai pada bandara ini dilapisi karpet, dan punya hotspot internet yg gratis, tinggal nyalain laptop and can do browsing with high speed internet access. Sayangnya kita cuma transit disini. Jadi tidak sempat merasakan lebih jauh fasilitas yang ada di bandara ini.
Ok, kita lepas landas dari Changi Airport menuju Phuket-Thailand menggunakan pesawat SilkAir, pesawat ini adalah pesawat Air Bus yang hanya punya 6 tempat duduk perbarisnya, dan sekitar 25 baris kalo tidak salah :P. Lagi-lagi kita di kasih makan siang di pesawat ini.
Sampai di Phuket-Thailand waktu menunjukkan pukul 14.20 waktu Thailand, waktu Thailand ini sama dengan waktu Jakarta, sementara waktu Singapore lebih satu jam di banding waktu Jakarta. Sampai di bandara Phuket, kita sudah di tunggu dan disambut oleh turis guide yang memang di sewa untuk company trip ini. Kita bahkan sempat di sambut juga oleh gadis penyambut asli thailand yang menggunakan pakaian asli daerah mereka, dan sempat berfoto-foto sejenak.
Rencana satu hari ini dalam jadwal adalah tur ke sebagian wilayah di Phuket ini. Jadi kita tidak langsung ke hotel, melainkan dibawa dulu oleh tour guide nya berkeliling ke tempat-tempat wisata di phuket ini.
Tempat pertama yang kita kunjungi adalah sebuah factory outlet, dimana produknya adalah perhiasan-perhiasan nama tempat itu adalah Gems Gallery, menurut mereka factory outlet itu adalah Toko Perhiasan Terbesar di Dunia, actually memang benar, besar. Tetapi harga tetap aja tidak bisa di jangkau oleh kantong saya, dan saya memang tidak ada niat buat untuk beli perhiasan tersebut. Jadinya tempat pertama tidak berkesan sama sekali.
Selanjutnya kita menuju ke tempat ke-dua, dan tempat kedua adalah Toko Makanan, Toko Makanan itu adalah toko makanan yang produknya adalah hasil laut olahan, semua makanan yang dijual merupakan hasil laut, lagi-lagi saya tidak punya niat buat beli makanan ini, akhirnya tempat ini pun jadi boring place lagi buat saya.
Tempat ketiga yang kami kunjungi adalah sebuah tempat peribadatan, nama tempat itu adalah Wat Chalong Temple. Tempat ini lumayan bagus, dan kali ini tidak membuat saya bosan. Kita banyak sekali berfoto-foto karena memang bangunannya sangat indah buat berfoto-foto.
Hari sudah sangat sore ketika kami mampir ke tempat yang ke-empat. Tempat ini adalah sebuah pantai dengan pemandangan yang memang sangat bagus, nama tempat ini Promthep Cape, terutama buat orang kota seperti saya yang memang sehari-hari hanya bertemu kantor, komputer dan kemacetan Jakarta. Air laut yang memang jernih membuat saya sangat ingin menceburkan diri ke sana. Terasa bebas mungkin, kalo perlu telanjang sekalian. Di bibir pantai ada beberapa restoran dengan tempat makan terbuka yang langsung menghadap ke pantai, beberapa orang turis asing terlihat seperti sangat menikmati suasana tersebut. Sama seperti kita, kita juga sangat menikmati suasana tersebut, hanya saja mereka menikmatinya sambil makan, sementara kita menikmatinya dengan cara kita yakni berfoto-foto.
Tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum kami ke hotel untuk bermalam adalah restoran. Dinner Time, restoran tempat kami makan merupakan restoran dengan hidangan yang serba Sea Food. Pertama kali merasakan masakan Thailand, saya agak terkejut, semua makanannnya serba pedas. Saya tidak terbiasa dengan makanan yang pedas, tapi dari pada tidak makan sama sekali, akhirnya saya pun mencoba beradaptasi dengan makanan tersebut. Di tempat itu pula kita bertemu dengan teman-teman dari negara lain, Malaysia, Singapore, Thailand, China, Hongkong dan teman-teman lainnya.
Disana akhirnya saya bertemu dengan kawan saya dari Malaysia, kawan saya yang satu ini memang benar-benar kawan yang ingin saya temui, sering kali saya bekerja sama dengan dia, namun saya tidak pernah mengenal wajahnya. Pada Company Trip dua tahun lalu dia juga hadir, namun saya memang belum begitu akrab dengannya. Kawan saya ini bernama Job Ng, dia menangani project Jus Frens, dia juga merupakan PIC dari sisi teknis IT-nya. Ketika saya bertemu dengannya dia sangat friendly, actually very friendly. Dan di sana pula kami bertemu dengan semua teman-teman yang berprofesi sama IT-Engineer. Hanya ada 2 perempuan yang masuk dalam divisi IT, mereka adalah Siou Yen, dan Wai Chong, dua-duanya berasal dari Malaysia, Siao Yen adalah Regional IT Manager kita, sementara Wai Chong adalah IT-Engineer Malaysia yang menangani Wap Development.
Sebenarnya makan malam itu bertujuan untuk meet and greet to all people who work in mTouche. Dan saya benar-benar menggunakan moment tersebut untuk bertemu dengan kawan-kawan satu perusahaan tapi berbeda negara. Pada akhir makan malam kami di suguhi bir. Nama bir ini adalah Bir Chang, menurut sebagian orang-orang lokal, bir ini termasuk bir yang paling keras di Thailand, dan memang menurut saya pun bir ini lumayan keras.
Akhirnya kita sampai juga di hotel tempat kami nantinya bermalam untuk 3 hari ke dapan. Hotel tersebut bernama Phatong Resort Hotel. Hotel berbintang lima, yang memang bagus. Di Hotel ini saya sekamar dengan salah seorang teman kami dari Thailand, Sem namanya, nama panjangnya kalo tidak salah Pongkasem Natprasert. Agak susah menyebutnya, tapi dia minta supaya di panggil Sem saja.
Pada hari pertama ini saya temui, meski bahasa inggris saya juga tidak bagus, tapi saya rasa, banyak sekali teman-teman saya terutama dari Thailand yang bahasa inggrisnya tidak kalah jelek dari saya, perkataan saya masih lebih gampang dimengerti dibanding dengan perkataan mereka. Malah sebagian dari teman-teman saya yang berasal dari Malaysia, yang keturunan China, mereka tidak berbahasa inggris sama sekali. Mereka malah berbahasa yang sama sekali saya tidak mengerti, Bahasa China. Tapi itulah kegunaan kami bertemu, kami bisa kenal satu sama lain. Berbeda suku bangsa, agama, ras, dan juga berbeda bahasa.

To be Continued….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s