Java dan Instalasinya dalam Windows

Dari sekian banyak yang membaca blog ini, saya dapati lumayan banyak pula teman-teman yang ternyata masih kebingungan bagaimana memulai java untuk menjadi satu bagian dalam kegiatan oprek-mengoprek. Kali ini kita akan coba mencoba menginstall java dalam operating system Windows yang kita miliki.
Sebelum kita memulai, ada baiknya kita mengerti dulu Java apa yang ingin kita install dalam komputer kita. Java secara umum dibagi menjadi 2, yaitu JRE dan JDK. JRE merupakan kependekan dari Java Runtime Environment, Java yang satu ini Java dimana kegunaannya adalah untuk menjalankan program Java, tapi bukan untuk membuat program Java. Jadi jika kita ingin mengoprek-oprek java dalam arti memulai belajar programming dengan Java, maka bukan Java ini yang kita pilih, melainkan JDK.  
Nah, JDK adalah kependekan dari Java Development Kit, JDK inilah yang kita perlukan ketika kita memulai kegiatan programming Java. Karena jika kita selesai membuat program dengan Java, kemudian kita ingin mengetes apakah program yang kita buat jalan atau tidak, maka kita pasti juga akan membutuhkan JRE. Intinya, ketika kita ingin memulai kegiatan programmingJava maka kita akan membutuhkan JRE dan JDK. 
Untuk tujuan diatas, kita bisa mengunduh/download JRE atau JDK disini, tapi khusus buat anda yang ingin memulai kegiatan programming Java, kita cukup mendownload JDK saja tanpa JRE. Sebab didalam installer JDK sudah ada JRE-nya. Silahkan anda pilih JDK yang anda butuhkan, saya menyarankan untuk memilih JDK 1.5, terserah build berapa saja.
Ok, sekarang secara step by step kita akan memulai menginstall Java, dibawah ini adalah urutan kegiatanya:
  1. Download JDK dari situsnya.
  2. Install JDK dengan mengikuti standar instalasi yang ada (tinggal klik next-next doang hi..hi..hi…).
  3. Tentukan path instalasi Java sesuai keinginan.
  4. Ditengah instalasi JDK akan muncul dengan sendirinya instalasi JRE dan tentukan jugapath instalasi JRE sesuai keinginan.
  5. Lakukan setting Environment Variable Java pada system operasi komputer anda.
  6. Mulailah kegiatan programming Java dengan membuat program Java HelloWorld….(Standar banget….)

Mari kita jelaskan satu-satu dengan melompati step yang pertama.

Install-lah JDK yang sudah anda download tadi dengan cara men-double-click file yang anda download, ikuti semua step instalasinya hingga sampai pada step menentukan path instalasi JDK anda. Disini saya menyarankan supaya kita meletakkan path instalasi JDK pada C:\Java\JDK1.5\ jika belum ada, buatlah. Kemudian ketika mulai menginstall JRE dan sampai pada step menentukan instalasi path, disini saya juga menyarankan supaya instalasi path  untuk JRE di letakkan di C:\Java\JRE1.5\ Mengapa demikian…? ya tidak kenapa-kenapa, biar mudah saja mengingatnya.
Setelah selesai, sekarang kita akan mulai melakukan setting  Environment Variable pada sistem operasi komputer kita.  Sebelum memulai ada baiknya kita tahu kenapa kita harus men-setting Environment Variable pada komputer kita? jawabannya adalah agar kita mudah dalam memanggil Java Compiler dalam command prompt. Java Compiler kita perlukan untuk mengkompilasi kode-kode program yang telah kita buat untuk menjadi file-fileclass, sehingga file class tersebut dapat kita eksekusi dengan menggunakan command java (nama Class).
Cara melakukan setting Environment Variable pada windows ada dua cara:
1. Lewat Command Prompt.
Lewat Command Prompt yang bersifat sementara, artinya ketika command prompttersebut kita tutup, maka hilang pula Environment Variable untuk java pada komputer windows kita. untuk men-setting dengan cara ini kita cukup mengetikkan perintah dalam command prompt seperti berikut :  set path=%path%;C:\Java\JDK1.5\bin seperti gambar berikut : 

Perintah diatas berarti “Tolong setting path menjadi path yang sudah ada ditambah dengan pathnya java yaitu di C:\Java\JDK1.5\bin” kemudian tekan enter setelah itu silahkan anda tes apakah  Environment Variable yang Java sudah ter-set dengan mengetikkan perintah C:\java -version.
Jika muncul informasi versi yang terinstall dalam komputer kita seperti gambar dibawah ini:

maka setting  Environment Variable sudah berhasil kita lakukan. Cara ini kurang efektif sebab setiap anda buka command prompt baru anda harus mensetting kembali  Environment Variable tsb.

2. Lewat GUI Windows
Cara ini kita lakukan dengan urutannya sebagai berikut : klik kanan pada My Computer yang ada pada desktop, lalu pilih properties –>pilih tab Advanced –> klik tombol Environment Variables–> pilih item path pada list System Variables –>klik tombol edit–>tambahkan path instalasi JDK anda pada kotak Variable Value, seperti gambar berikut:

kemudian tekan tombol OK dan tutup semua window yang terbuka, sekarang kita tes kembali apakah Environment Variable Java sudah masuk dalam Sistem Operasi kita dengan cara sama seperti cara mengetes pada nomor 1 yaitu membuka command prompt dan mengetikkan java -version.
Akhirnya selesai sudah kita meng-install Java dalam sistem operasi komputer windows kita, sekarang kita bisa memulai kegiatan programming Java, silahkan anda buat program kecil Hello World, kemudian compile program tersebut hingga menjadi file class. kemudian panggil class tsb dengan cara seperti berikut ini : c:\java . untuk source codenya silahkan klik link ini.
Terima kasih dan Semoga Bermanfaat
Josescalia

Advertisements

Kata “DESC” dalam database MySQL

Database dalam sebuah aplikasi adalah salah satu alternatif media penyimpanan yang bisa kita gunakan. Pemilihan database yang tepat untuk aplikasi yang kita buat menjadi sedemikian penting mengingat adanya kelemahan dan kelebihan masing-masing database yang ada. Baik database open source maupun database yang komersil pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kali ini kita akan membahas sesuatu tentang database MySQL yang kebetulan adalah database yang biasa saya pilih sebagai partner dalam aplikasi yang saya buat. Saya sendiri tidak begitu tahu, apakah ini sebuah bugs atau memang preserve keyword yang tidak boleh dilakukan dalam database MySQL.

Kita langung saja. Buatlah suatu database dalam MySQL dengan nama test dengan query seperti berikut ini:

create database test_doang;
use test_doang;

Dalam barisan query diatas kita mencoba membuat sebuah database dengan nama test_doang, dan kemudian kira gunakan database test_doang tersebut. Kemudian kita akan membuat sebuah tabel dalam database tersebut, kita beri nama misalnya table_pengertian dengan 2 buah field dalam table tersebut. Yaitu :

  1. Field ISTILAH dengan tipe data varchar, dengan jumlah karakter maksimal 100 karakter.

  2. Field DESC dengan tipe data varchar juga, dan dengan jumlah karakter 255 karakter.

Atau bisa juga anda copy paste query berikut ini:

CREATE TABLE `table_pengertian` (
`ISTILAH` VARCHAR( 100 ) NOT NULL ,
`DESC` VARCHAR( 255 ) NOT NULL
);

Jika sudah, maka kita akan mempunyai sebuah tabel dalam database test_doang tersebut. Kemudian kita akan mencoba menambah suatu record dalam tabel tersebuat misalnya, untuk field ISTILAH kita kasih satu kata CPU dan untuk DESC kita isi field tersebut dengan data “Sebuah mesin yang memproses data”, atau bisa juga kita copy paste query berikut ini:

insert into table_pengertian values('CPU','Sebuah mesin yang memproses data');

Setelah itu kemudian kita lihat isi dalam tabel table_pengertian tersebut jika anda lihat seperti gambar dibawah ini, berarti semuanya normal-normal saja kan ?

Jika ya, kita akan melanjutkan langkan berikutnya, yaitu kita kembali memasukkan suatu data kedalam tabel table_pengertian tersebut, kali ini datanya adalah untuk kolom ISTILAH kita isi dengan data “Monitor” dan untuk kolom DESC kita isi dengan data “Media yang dipakai untuk menampilkan data”, namun kali ini kita akan mengisi data tersebut dengan cara menyebutkan nama kolom / Field dalam query, seperti contoh berikut :

iinsert into table_pengertian(ISTILAH,DESC) values('Monitor', 'Media yang dipakai untuk menampilkan data');

Jika anda eksekusi query tersebut, apa yang terjadi? Error..? Ok kita akan coba dengan query lain untuk memasukkan data tersebut. Jika anda menghilangkan penyebutan kolom pada query diatas tadi, maka data bisa masuk, sementara dalam MySQL sangat dianjurkan untuk menyebutkan nama field yang ingin dimasukkan data, meski dengan tanpa menyebutkan nama field query juga bisa dieksekusi.

Ok, sekarang kita akan coba query lain selain query INSERT. Yaitu query UPDATE. Sekarang kita coba update data diatas tadi dengan query seperti dibawah ini:

update table_pengertian set DESC='Sebuah mesin yang memproses data-data yang dimasukkan' where ISTILAH='CPU';

Apa yang terjadi? Error..lagi..? hmm, apakah query yang kita bikin salah? Silahkan anda coba-coba lagi? Tapi menurut saya query itu tidak ada yang salah, query sudah mengikuti petunjuk-petunjuk manual yang memang dianjurkan oleh MySQL sendiri, sepertinya ada yang salah dengan MySQL-nya…

Ok kita coba lagi, kali ini kita akan mencoba mengganti nama field dalam table_pengertian tersebut. Field yang akan kita ganti adalah nama field DESC, kita akan menggantinya dengan nama ISTILAH_DESC atau apa sajalah terserah anda yang penting tidak memakain kata DESC sebagai nama dari field tersebut. Query untuk merubah nama field tersebut seperti dibawah ini:

ALTER TABLE `table_pengertian` CHANGE `DESC` `ISTILAH_DESC` VARCHAR( 255 ) ;

Setelah nama field tersebut berganti sekarang kita coba eksekusi query yang diatas tadi mengalami error, tentunya dengan merubah nama field DESC yang disebutkan dalam query dengan nama field yang sudah kita ganti.

Apa yang terjadi? Apakah semua query diatas yang tadinya error bisa dengan sukses di eksekusi dengan baik tanpa error yang keluar? Apa yang bisa kita ambil dari percobaan kecil ini?

Hmm.. ternyata MySQL tidak mengijinkan kita memakai kata DESC untuk kita jadikan sebuah nama field dalam table. Kita bebas memakai nama field dalam table asal jangan memakai kata DESC, terbukti dari percobaan diatas, ada beberapa error yang terjadi jika kita menggunakan kata DESC sebagai sebuah nama field dalam sebuah tabel.

Sekali lagi, saya sendiri tidak tahu apakah ini sebuah bugs dalam MySQL atau memang sudah diumumkan dalam release MySQL versi yang saya pakai, oh ya versi MySQL yang saya pakai adalah versi 5.0.15 yang dibundel dengan software XAMPP. Yang jelas kita dapat sebuah pengetahuan baru tentang hal ini.

Silahkan anda mencari kembali pengetahuan-pengetahuan lainnya tentang database yang gratis dan open source ini.

Semoga Bermanfaat

Josescalia